AONE.CO.ID,TEBO -, Aneh tapi nyata, pelaku penimbunan minyak melaporkan Media online yang sebagai kepala perwakilan wilayah jambi ,kepala media AFJNews.com dituding melakukan pemerasan terhadap pelaku penimbunan BBM.
Laporan tersebut dengan nomor B/32/lll/2024/RESKRIM tertanggal 09/03/2024.
Dalam keterangannya Kaperwil Media AJFNews.com memaparkan kepada team media ini ,Pada saat itu kami rombongan jurnalis melakukan kontrol sosial, investigasi ke wilayah Asam Merah, Simpang Niam, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Sepulangnya dari wilayah tersebut rombongan kami jurnalis melihat tumpukan drigen berisikan BBM disebuah Toko. Tentunya rombongan kami sebagai jurnalis berhenti dilokasi tersebut guna memastikan apa isi dari drigen pasalnya hal ini membuat kejanggalan bagi kami.
“Setelah dipastikan, kuat dugaan kami tumpukan Drigen tersebut penuh berisikan minyak dan dugan kami salah satu toko tersebut adalah tempat penimbunan BBM,”Katanya.
Saat diajukan pertanyaan , pemilik toko mengakui jika Drigen-Drigen yang terisi Minyak tersebut adalah milik dirinya dan menurutnya, minyak-minyak tersebut dia beli dari SPBU.
Saat lagi mewawancarai pemilik toko ini, rombongan jurnalis melihat bangunan disamping toko, lebih persis seperti gudang.
Pemilik toko saat ditanyakan, lagi-lagi mengelak dan beralibi dengan gayanya.
“Tidak ada bang, yang ada minyak hanya dalam Drigen ini lah” kilahnya mengelabui rombongan media
Namun, rombongan jurnalis minta izin kepada pemilik berinisial”WU” untuk memastikan didalam gudang tersebut.
Setelah”WU”mengizinkan, rombongan masuk ke gudang tersebut dan alangkah terkejutnya melihat Drigen dan Drum penuh dengan minyak serta mesin Sanyo masih terlihat aktif/hidup.
Merasa kebohongan dirinya terbongkar, “WU”memohon kepada rombongan jurnalis agar persoalan ini tidak diperkarakan.
Pada saat rombongan jurnalis tidak menghiraukan permintaan dari”WU” dan salah satu dari jurnalis ini menghubungi pihak kepolisian setempat.
Setelah memberitahu temuan tersebut kepihak Polsek setempat. Pihak penimbun BBM ini masih saja merayu dan memelas agar bisnis ilegal tersebut tidak diperkarakan ke Hukum”,Terangnya.
Tambahnya lagi”Pada waktu itu sampai ke dalam mobil pemilik timbunan minyak tersebut tetap merayu dan terus menawarkan sejumlah uang kepada rombongan dengan alasan dia punya anak istri, sebab itu dia takut jika persoalan itu dibawah ke hukum.
“Katanya dia punya uang 5 juta dan akan memberikan 4,5 juta ke rombongan dengan ikhlas tanpa ada paksaan.
Setelah berkali-kali kami memastikan penawarannya (WU-red) apakah ikhlas. dia pun berkali-kali menyatakan ikhlas, ujar Kaperwil AFJNews.
Disitupun kami rombongan memastikan ke “WU”apakah dia terpaksa melakukan itu, namun dia dengan suara lantang menyatakan ikhlas dan merasa tidak terpaksa,”ujar Kaperwil Media AJFNews.
Terangnya lagi,Dia (WU-red) selalu menyatakan ikhlas dan tidak merasa dipaksa dan dia memohon jangan dibawa ke hukum. Kami pun kasihan dan jadi kami terima tawaran-nya tersebut.
“Selang beberapa lama, terjadilah transaksi uang tersebut, melalui Transfer ke nomor rekening atas dasar suka sama suka.Namun alangkah mengejutkan kami sebagai rombongan jurnalis dan kami diserang oleh delapan media lainnya yang bukan dari team kami,mereka memberitakan rombongan jurnalis tersebut melakukan pemerasan terhadap orang penimbun BBM,” Terang
Kaperwil Media AJFNews kepada team media ini.(MD/tim).




































Discussion about this post