AONE.CO.ID, BATANG HARI-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Batang hari menggelar pemusnahan barang rampasan yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht).Kegiatan tersebut berpusat di halaman kantor Kejari Batanghari, provinsi Jambi.Kamis,16/03/2023.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh kepala Kejaksaan Negeri Muhammad Zubair SH, Kapolres Batanghari, Danramil 0415, Bupati yang diwakili Asisten III,DPRD, BNN Batang hari serta para tamu undangan lainnya.
Dalam kata sambutan-nya Kajari Batanghari M.Zubair menyampaikan” Saya berkeinginan semasa kepemimpinan saya untuk kegiatan pemusnahan barang bukti seperti ini dapat dilaksanakan tiga kali disetiap tahunnya.Saya mencoba memanggil bendahara dan kasi Barang Bukti (BB) saya tidak ingin setahun sekali, karna yang disimpan ini barang setan.
“Adapun barang bukti yang dimusnahkan pada kesempatan tersebut yakni terdiri dari 30 (tiga puluh) Perkara Tindak Pidana Narkotika, 14 (empat belas) perkara legal driling, 5 (lima) perkara Tindak Pidana Pencurian, 1 (satu) perkara Tindak Pidana Perjudian, 3 (tiga) perkara Tindak Pidana Pembunuhan dan 1 (satu) perkara Tindak Pidana UU darurat no 12 tahun 1951,”Ucap Kejari.
Tambahnya” Saya juga meminta kepada Pemerinta Batang hari untuk selalu mendukung didalam mengatasi tindak pidana perlindungan anak khususnya dan juga kekerasan seksual.Mengingat dalam setiap tahunnya perkara tindak pidana perlindungan anak khususnya kekerasan seksual yang Inkracht terus mengalami peningkatan dan ini tentunya merupakan hal yang menjadi kegelisahan kita bersama.
” Tindak Pidana Perlindungan Anak khusunya kekerasan yang Inkracht itu ditahun 2020 ada 7, untuk di tahun 2021 ada 12, kemudian di tahun 2022 itu sebanyak 27 tindak pidana”,Harpa M. Zubair.
Ditempat yang sama, Bupati Batang hari yang diwakili Asisten III Setda Batang hari Asri Yonalsah menyampaikan” Bahwa saat ini Kabupaten Batanghari terus berupaya mendorong agar Batanghari menjadi Kabupaten layak anak. Karena angka kasus itu juga akan menjadi catatan kita kedepan nanti bagaimana proses dan pengembangannya.
“Beberapa upaya juga telah dilakukan salah satunya yang di kembangkan saat ini yakni mencoba untuk penempatan WC di sekolah harus didepan jangan dibelakang.Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang Hari juga mengapresiasi dan mendukung penegakan hukum yang terjadi diwilayah bumi serentak bak regam tersebut”,Ucap Asisten.
Lanjutnya” Sesuai stigma di Kabupaten Batang Hari yaitu sinergitas dalam pembangunan kita selalu menjadi bagian terbesar dalam upaya penegakan hukum dan penegakan keadilan.
“Kita juga akan mendorong kerjasama dengan tindakan yang sudah dilakukan oleh Pemkab Batang Hari yang dalam hal ini adalah Satuan Polisi Pamong Praja,”Tutur Asri.(MD)





































Discussion about this post